Internet Advertising

Kamis, 21 Juli 2011

Shoulder pain and disability index (SPADI)

Shoulder pain and disability indeks telah di kembangkan untuk memberikan istrumen penatalaksanaan yang dilakukan dengan sendiri yang dapat menunjukkan disabilitas dan nyari yang berkaitan dengan sindroma klinis dari nyeri bahu yang hebat. SPADI di design untuk mengukur status yang sebenarnya dialami oleh pasien dan mengukur adanya perubahan sepanjang waktu
  1. Gambaran instrumen
SPADI dikembangkan untuk penatalaksanaan pasian rawat jalan, SPADI di design untuk mengukur gangguan yang terjadi akibat patologi shoulder kaitannya dengan nyeri dan disabilitas, baik untuk status yang sebenarnya dialami oleh pasien maupun untuk perubahan status sepanjang waktu.
Versi awal dari SPADI terdiri dari 20 item yang dikelompokkan kedalam subskala nyeri dan disabilitas, beberapa item dipilih dan diletakkan dalam subskala nyeri atau subskala disabilitas dengan panel yang mencakup 3 bidang rematologi dan physical terapis. Validitas utama pada setiap subskala adalah memilih item-item yang panelnya dirasakan menimbulkan nyeri dan disabilitas yang berkaitan dengan problem shoulder.
Dalam suatu usaha memperbaiki reliabilitas dan validitas serta untuk meminimalkan waktu yang diperlukan di dalam menyelesaikan instrument maka beberapa item telah dieliminasi dari setiap subskala. Beberapa item akan dikeluarkan dari bentuk instrument SPADI jika tes retest reliabilitas adalah rendah atau jika korelasi lingkup gerak sendi shoulder pada sisi yang terkena adalah rendah. Subskala nyeri dikurangi dari 9 item menjadi 5 item dan subskala disabilitas dikurangi dari 11 item menjadi 8 item. SPADI adalah instrument penatalaksanaan yang dilakukan sendiri dan bentuk final instrumennya hanya memerlukan waktu 5-10 menit untuk menyelesaikannya
  • System penilaian
System penilaian. Seluruh item dinilai dengan menggunakan visual analogue scale kelihatanya VAS dapat menunjukkan lebih kearah pengalaman pasien secara actual dan merupakan tipe skala yang peling sering digunakan didalam pengukuran nyeri yang berkaitan dengan gangguan rematik. Visual analogue scale yang di gunakan dalam intrumen SPADI terdiri dari garis horizontal yang tidak memiliki angka dan kategori nyeri. Setiap ujung garis terdapat kata verbal yang menunjukkan dimensi yang diukur. Pasien diinstruksikan untuk memberikan tanda pada garis tersebut sesuai dengan pengalaman yang dirasakan selama minggu terakhir mengalami problem shoulder.
Sistem skoring SPADI berdasarkan pada asumsi bahwa tingkat keparahan nyeri atau disabilitas yang diakibatkan oleh patologi shoulder adalah suatu fungsi angka yang menunjukkan nyeri atau disabilitas yang dialami pasien serta intensitas yang dialami pada setiap kondisi tersebut. Skor numeric dihitung pada setiap item dengan membagi garis horizontal kedalam 12 segmen yang sama panjangnya. Interval angka dari 0-11 pada segmen ini dapat menghasilkan skor setiap item. Skor subskala dihitung dengan menambahkan skor-skor item untuk subskala tersebut dan membagi angka tersebut dengan skor maksimum yang memungkinkan item-item yang dianggap cocok dengan pasien. Angka tersebut kebudian dikalikan dengan 100. Suatu item yang ditandai oleh pasien tapi tidak cocok dengan kondisi pasien maka tidak dimasukkan kedalam skor maksimum. Jika pasien memberikan tanda lebih dari dua item yang tidak cocok dengan kondisinya maka tidak ada skor yang dihitung.oleh karena itu secara teoritis skor dapat berkisar dari 0-100 dengan skor tertinggi menunjukkan adanya perbaikan yang besar. Total skor SPADI dihitung dengan merata-ratakan skor subskala nyeri dan disabilitas. Dengan demikian total skor SPADI juga dapat berkisar dari 0-100.
SPADI kelihatannya berfungsi dengan baik pada populasi pasien terutama laki-laki usia tua.derajat atau tingkat dari hasil skor ini dapat di generalisasikan pada wanita dan usia muda yang mengalami problem shoulder.
SPADI merupakan istrumen klinis yang mudah digunakan . tidak seperti goniometer instrument SPADI tidak perlu dilakukan oleh dokter atau fisioterapi yang terampil. Pasien harus diintruksikan menggunakan SPADI dengan tepat. Setelah program latihan awal sebagian besar pasien dapat menyelesaikan instrument SPADI tanpa membutuhkan asisten. Oleh karena intu SPADI dapat dilakukan lewat e-mail dan dapat digunakan untuk memonitor kemajuan pasien dirumah.
SPADI menunjukkan konsistensi internal yang baik, tes retest reliabilitas serta validitas dalam kriteria dan konstruksinya.SPADI juga kelihatanya mampu untuk mendeteksi perubahan pada kondisi pasien sepanjang waktu. Oleh karena itu SPADI dapat terbukti sebagai instrument yang sangat bermanfaat baik dalam praktek klinik maupun penelitian klinik
referensi:
Peter Habermeyer dkk, 2006; Classification And Scores Of The Shoulder, Springer Berlin, Germany
untuk contoh indeksnya silahkan download di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar